Headlines News :
Home » » Misteri di Balik Ekspresi dan Kualisi

Misteri di Balik Ekspresi dan Kualisi

Diposting Oleh aosin suwadi pada Kamis, 02 Oktober 2014 | 08.11

Misteri di Balik Ekspresi dan Kualisi

Sebelum dilakukan Pilpres kedua belah kubu Capres dan Cawapres, telah banyak diisukan melakukan berbagai manufer untuk mencapai kemenangannya. Dalam hal ini publik telah begitu terbuka menilai kecurangan-kecurangan, dalam kampanye negatif dan hitam. Kekalahan dalam Pilpres 09 April yang lalu, telah mengajari kubu Prabowo untuk melakukan berbagai tindakan sebagai pembelaan terhadap kekalahannnya. Setelah Capres dan Cawapres Jokowi JK dinyatakan menang, dan Prabowo Hata dinyatakan kalah, maka kubu Prabowo mulai mengekspresiken kekalahannya, dengan menggugat KPU ke Mahkamah Konstitusi. Walaupun berbagai cara telah ditempuh dalam gugatan ini, akan tetapi akhirnya tetap kalah.

Perjuangan Prabowo tidak berhenti sampai di putusan MK. Dengan gigihnnya Kubu ini melancarkan aksi dalam pambagian kursi dewan. Aksi ini merupakan kelanjutan dari kualisi permanen yang telah direncanakan jauh sebelumnya. Kubu Prabowo kini melebur menjadi kubu yang lebih dikenal dengan kubu merah putih. Dan harus kita akui bahwa kubu merah putih merupakan kelompok mayoritas. Dalam sistem demokrasi, menang dan kalah tidak diukur dari benar dan salah, akan tetapi diukur dari suara terbanyak. Jika ada dua opsi (satu opsi kemaslahatan dan satu opsi kejahatan), kemudian suara lebih banyak memilih opsi kejahatan, maka kejahatan itulah yang akan diputuskan. Dalam dunia demokrasi hal itu sah-sah saja. Sementara itu rakyat sudah tidak diajak lagi berbicara, bahkan sepertinya mereka mau menyatakan perang dengan rakyat.

Begitulah gambaran betapa kuatnya kualisi merah putih, yang tidak rela jika ada kubu yang ingin merombak sistem yang telah menjadi gaya hidupnya (Kolusi, korupsi dan nepotisme). Dengan kata lain mereka ingin terus hidup dengan “lagu lama”. Gambaran lain tentang betapa kuatnya kualisi merah putih ini, adalah mampu membuat SBY tidak bisa berkutik. Sikap ragu, tidak tegas, takut dan lain-lain yang diperlihatkan oleh SBY seputar pelatikan anggota DPR. dapat menimbulkan berbagai penafsiran, yang bisa saja dijadikan komoditi dalam politik oleh pihak-pihak yan tidak bertanggung jawab.

Berikut ini JAKARTA, KOMPAS.com menggambarkan bagaimana ekspresi SBY. Lantaran cukup lama menunggu orang yang ingin ditemuinya, SBY pun berteriak. "Pak Jokowi!" teriak SBY sembari mengangkat kedua tangannya di sekitar mulut. Melihat SBY mencari-cari Jokowi, pasukan pengamanan presiden (paspampres) pun sibuk menoleh ke kanan-kiri mencari keberadaan Jokowi. Calon presiden ketujuh itu pun tak kunjung tampak. Salah seorang anggota paspampres lalu memberitahukan bahwa Jokowi telah menunggu di bawah. SBY lalu menunjukkan jarinya ke arah lokasi Jokowi berada. Kejadian itu diberitakan Kompas.com seusai pelantikan anggota DPR.

Selain itu, dalam waktu yang hampir bersamaan, konsentrasi publik juga diarahkan kepada putusan DPR tentang RUU Pilkada Langsung. Putusan ini telah membuat SBY menjadi salah tingkah. Sikap SBY ini semakin menjadi polemik dan kontroversi di mata publik dan di mata rakyat.

Demikian sekelumit gejolak politik yang sedang hangat bahkan memanas di negeri kita. Semoga pera pembesar dan penguasa negeri ini segera dikembalikan ke jalan yang benar. Amiiiiiin!
Terima kasih.

Share this article :

1 komentar:

  1. Saya suka yang ini "Dalam sistem demokrasi, menang dan kalah tidak diukur dari benar dan salah, akan tetapi diukur dari suara terbanyak. Jika ada dua opsi (satu opsi kemaslahatan dan satu opsi kejahatan), kemudian suara lebih banyak memilih opsi kejahatan, maka kejahatan itulah yang akan diputuskan. Dalam dunia demokrasi hal itu sah-sah saja. Sementara itu rakyat sudah tidak diajak lagi berbicara, bahkan sepertinya mereka mau menyatakan perang dengan rakyat."

    Betul sekali mereka KMP dan pendukungnya melibas suara minoritas di Parlemen karena sistem voting, mo bener mo kagak yg penting gue menang.

    Aku lebih suka lagi tulisan ini juga : "bahkan sepertinya mereka mau menyatakan perang dengan rakyat."

    Pasti yg diajak perang rakyat pro Jk, karena mereka PD bahwa rakyat pro mereka setuju dan malah pada ketawa bangga. Kelompok pro Prahara rela brkorban sekalipun hrs kehilangan hak-haknya____ini sdh tdk waras lagi ! Sudah menjadi rakyat bar-bar yang lama-lama menghilangkan norma-norma hidup kebersamaan mengutamakan kepentingan bangsa.

    BalasHapus

Content yang Anda baca semoga bermanfaat. Terima kasih atas kunjungannya, silahkan tinggalkan komentar.

Popular Posts

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bahasa dan Sastra - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Aosin Suwadi