Headlines News :
Home » » Cihhhuy

Cihhhuy

Diposting Oleh aosin suwadi pada Minggu, 02 Maret 2014 | 22.47



Cihhhuy
Karya: Aosin Suwadi
Guru SMA Negeri 6 Kota Serang

            Surya adalah putra dari juragan tanah di suatu desa yang terpencil. Kehidupan sosial ekonmi di daerah ini sangat tertinggal. Pada umumnya mata pencaharian penduduk desa ini adalah petani tradisional. Sebagian besar penduduknya hanya lulus SD bahkan masih ada yang buta huruf. Berbeda dengan Surya, karena dia anak orang kaya, maka dia bersekolah sampai lulus SLA. Kini Surya pulang telah menjadi tentara berpalang saru. Kepulangan Surya kali ini selain untuk memperlihatkan kesuksesannya, sekaligus untuk menemui pacarnya. Mintarsih adalah putra seorang mantan kepala desa yang sangat disegani. Pada umumnya wanita di desa itu tidak ada yang cantik, karena tidak bisa memelihara badanya. Berbeda dengan Mintarsih, dia sangat cantik dan kulitnya putih bersih. Kedatangan. Kedatangan Surya (yang nama lengkapnya Suryadi) membikin para pemuda di desa itu menjadi khawatir. Pada suatu malam Surya berjalan bergandengan tangan dengan Mintarsih melewati kerumunan pemuda, terjadilah peristiwa sebagai berikut:

Kerumunan Pemuda
:
Cihhhuy!!!!” (Secara bersamaan dengan nada tinggi)
Suryadi
:
(Menghapiri kerumunan pemuda dengan wajah garang sambil tolak pinggang) “Siapa tadi yang cihhhuy!!!!” (Dengan nada tinggi)
Pemuda Pemberani
:
“Saya!! Mau apa kamu?” (sambil membalas tolak pinggang)
Suryadi
:
“Ooooh, elu jagoannya!” (sambil menarik kerah baju Pemuda Pemberani)
Pemuda Pemberani
:
(Menatap mata Surya tanpa rasa takut sedikit pun)
Suryadi
:
“Berani kamu??” (melepas kerah baju Pemuda Pemberani, kemudian mengambil senjata dari pinggangnya)
Kerumunan Pemuda
:
(Mengeroyok Surya secara)
           
Seketika itu terjadi kerusuhan yang menghebohkan warga desa. Salah seorang warga yang bernama Mukamad memanggil Ketua RT. Surya dan semua pemuda yang terlibat keributan diinterogasi satu persatu.

Ketua RT
:
(Bertanya kepada Pemuda Pemberani) “Apa sebenarnya yang terjadi”
Kerumunan Pemuda
:
(Menjawab serempak) “Dia duluan!!
Ketua RT
:
“Mukamad sini! Apa sebenarnya yang terjadi”
Mukamad
:
“Itu pak RT tadi ketika Suryadi dengan Mintarsih lewat di sini mereka ini mengatakan, cihhhuy!!!!” (Dengan nada tinggi)
Ketua RT
:
Oooooh jadi kalian ribut Cuma gara-gara cihhhuy!!!! (dengan nada tinggi)
Kerumunan Pemuda
:
(Mengeroyok Surya tidak menghiraukan ketua RT)
            Karena ketua RT tidak bisa menyeesaikan perselisihan mereka, dipanggillah ketua RW. Ketua RW meminta informasi dengan menginterogasi ketua RT.
Ketua RW
:
“Te, coba jelaskan, apa yang sebenarnya terjadi?”
Ketua RT
:
“Pak RW, sebenarnya mereka ribut, hanya karena persoalan kecil saja!”
Ketua RW
:
“Persoalan kecil bagaimana, buktinya sampai ribut begini!”
Ketua RT

“Anu pak, ketika Surya dengan lewat di sini para pemuda ini mengolok-olok dengan mengatakan: Cihhhuy!!!!”
Kerumunan Pemuda
:
(Mengeroyok Surya)
            Karena keributan tidak bisa diselesaikan, pak RW memanggil polisi. Dengan garangnya
Polisi
:
“Apa yang terjadi coba jelaskan!” (Sambil melototi Suya dan para pemuda yang ada di situ, kemudian menatap Mintarsih  )
Kerumunan Pemuda
:
(Menjawab secara bersamaan sehingga tidak jelas maksudnya)
Ketua RW
:
“Begini pak, sebenarnya mereka ribut ini tidak ada masalah apa-apa!”
Polisi
:
“Ga ada maslah gimana, buktinya ini ribut!”

:
(Dengan malu-malu ketua RW menjelaskan) “Anu pak ... 

:
“Anu apa, cepat katakan!!!”
Ketua RW
:
“Mereka ribut Cuma gara-gara para pemuda ini mengolok-olok Surya dengan mengatan: cihhhuy!!!!”
Polisi
:
“Makanya kalian kalau ngomong harus hati-hati, kalau ada orang lewat, jangan mengatakan cihhhuy!!!!
            Setelah memberi nasehat kepada para pemuda, polisi itu kemali ke Polsek. Dan koran yang terbit besok paginya laku sangat pesat, karena memuat berita tentang kejadian cihhhuy!!!!





Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Popular Posts

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bahasa dan Sastra - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Aosin Suwadi