Selasa, 25 Februari 2014

Wajah di Balik Benjolan



Sejak usiaku menuju enambelas
Dorongan rasa tak dapat kutahan
Siang dan malam selalu membayang
Seberkas cahaya di orang-orangan mata
Sebentuk wajah muncul  dalam angan
Wajah yang semula halus dan mulus
Perlahan-lahan mengubah permukaan
Gumpalan lemak mulai membeku
Menjadi semakin tidak rata
Satu demi satu titik-titik bermunculan
Menjadi semakin tidak rata
Bagai jamur di musin penghujan
Tak mampu kumusnahkan
Meledak satu tumbuh seribu
Kuraba dan kuusap wajahku
Dengan penuh harap dan cemas
Mana mukaku, mana tampanku


http://fiksi.kompasiana.com/puisi/2014/02/25/balik-gumpalan-lemak-637718.html
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Content yang Anda baca semoga bermanfaat. Terima kasih atas kunjungannya, silahkan tinggalkan komentar.